1. Pendidikan tinggi integratif
    Amanah UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi bahwa Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Demikian pula dengan UIN Malang yang memberika layanan pendidikan S1, S2 dan S3 diharapkan memiliki integrasi, kesinambungan, keberlanjutan diantara seluruh jenjang pendidikan tersebut.
  2. Memadukan Sains dan Islam
    Sains dan Islam, tidak dapat dipisahkan dan UIN Malang meyakini bahwa diantara keduanya apabila dipadukan akan menjadi kekuatan yang hakiki. Sains itu adalah “binatang liar”, yang jika dibiarkan tidak terkendali akan memiliki kekuatan untuk menghabiskan, merusak, mengganggu. Karena Manusia sebagai pelaku sains juga berpotensi mendorong terjadinya dampak-dampak tersebut dengan nafsu alamiah yang dimilikinya. Pengendalinya adalah agama (Islam). Jika manusia sebagai pelaku (subyeknya) terkendali dengan agama dan Sains (obyeknya) dilakukan dengan kaidah-kaidah agama, maka perpaduan antara sains dan Islam akan mencapai tujuan mulia, kemaslahatan ummat, kelestarian lingkungan dan terpenting adalah Keridhaan Allah SWT.
  3. Bereputasi internasional
    Reputasi Internasional sering diagungkan oleh sebagian kalangan dalam rangka pembuktian kemampuan akademiknya, disisi lain reputasi internasional dicibir karena euphoria sesaat. Reputasi internasional selayaknya dipandang sebagai sebuah tujuan mulia. Tujuan untuk kesetaraan manusia di seluruh dunia, akses pendidikan tinggi untuk semua kalangan, fungsi dakwah dan komunikasi untuk mempertemukan perbedaan pandangan khususnya dari sisi keilmuan, terbangunnya “potential networking” bagi seluruh lembaga pendidikan tinggi (yang sudah maju dan yang belum maju) sehingga akan muncul kebersamaan, tidak menganggap lembaga pendidikan lain sebagai competitor namun sebagai partner untuk saling memberikan manfaat secara global.
  4. Berkarakter Ulul Albab
    Ulul albab adalah ciri manusia ideal yang diyakini dapat memberikan kemaslahatan ilmu bagi ummat manusia. Idealismenya tidak hanya karena tingkat ilmunya yang tinggi namun disempurnakan karena ilmu yang dilandasi oleh agama. Ulul albab tidak hanya menjadi ilmuwan namun juga merupakan cendekiawan, yang bersedia mengamalkan, mensedekahkan ilmunya tanpa pamrih kepada masyarakat (stakeholder).
  5. Sains, teknologi dan seni yang relevan
    Sains, teknologi dan seni merupakan trilogy keilmuan yang saling terikat dan menyempurnakan. Sains lebih bersifat generalisir, Seni itu mengutamakan kekhususan dan keunikan. Perpaduan kduanya apabila dibarengi dengan teknologi sungguh akan menjadi kekuatan yang memiliki daya dobrak tinggi dalam peradaban manusia. Ketiganya dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan manusia. Trilogy tersebut selayaknya sesuai dengan kebutuhan, dinamika dan perkembangan jaman. Sehingga akan menjadi alat yang tepat dan bermanfaat untuk kemslahatan ummat
  6. Budaya saing tinggi
    Daya saing tinggi (competitive advantage) yang dipopulerkan oleh Michael Porter: 1991, cenderung untuk menjadikan suatu organisasi untuk senantiasa berkompetisi, menjadikan lembaga lain itu sebagai pesaing (competitor). Ada dampak positif apabila suatu organisasi berdaya saing tinggi dengan senantiasa untuk menjadi yang terbaik. Namun, dalam implementasinya juga dapat berdampak negative diantaranya 1) akan senantiasa menganggap lembaga lain sebagai lawan yang harus dikalahkan, 2) memaksakan sumberdaya diluar batas kemampuannya, 3) melakukan segala macam cara untuk mencapai tujuannya. 4) mendorong perilaku individualis, mengurangi potensi kebersamaan kolegial dan humanis.
    Hal ini jauh berbeda dengan Budaya Saing Tinggi yang mengedepankan aspek kesinambungan dan keberlanjutan secara terencana dan terarah. Budaya saing tinggi menghasilkan output dan outcome yang kokoh karena diperoleh dari at tarbiyyah wat ta’lim secara terus menerus. Ada pembiasaan perbuatan yang kemudian menjadi perilaku sehingga dapat menjadi lembaga yang baik tanpa mengganggu lembaga lain, bahkan dapat mengajak lembaga lain untuk bersama-sama memiliki budaya yang sama (sebagai partner)
  7. SDM terdidik
    SDM merupakan salah satu pilar yang menjadi keberhasilan organisasi. Dalam ilmu manajemen Man (SDM) merupakan unsur pertama yang disebutkan sebagai fungsi manajemen. Tata kelola tidak akan berfungsi apabila unsur MAN (SDM) tidak tertata dengan baik. Sehingga bagi UIN Malang Tata Kelola SDM menjadi factor yang sangat penting, mulai dari perencanaan SDM, pengelolaan, dan evaluasinya. Mulai dari sistem seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian.
  8. Kebutuhan masyarakat
    Universitas seharusnya tidak menjadi menara gading yang indah namun sulit dijangkau. Kampus harus senantiasa dekat dengan masyarakat. Masyarakat merasakan kehadiran dan manfaat kampus bagi mereka melalui hasil penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama yang produktif dan tepat guna.
  9. Tridharma PT integratif berkualitas
    Tridharma Perguruan Tinggi menurut UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi merupakan kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tridharma ini tidak dapat berjalan sendiri-sendiri agar dapat mencapai tujuan optimal, harus terintegrasi antara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Saling mendukung diantara ketiganya. Integrasi diantara ketiganya harus juga diperoleh dari bahan pendidikan yang baik, proses penelitian yang baik serta amanah untuk menyebarkannya menjadi pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat.
    Waalahua’lam bishshawab.
Categories: Uncategorized

Leave a Reply


Recent Recipes

Recent posts

9 Nilai Filosofis Statuta...

Posted on Oct - 14 - 2019

0 Comment

Hello world!

Posted on Apr - 15 - 2016

1 Comment

Sponsors